Adik Baru
Siang
itu sekolah kami diguyur hujan lebat ketika bel istirahat ke 2 berbunyi.Kami
duduk-duduk di tempat parkir motor guru kami.
“Baju lebaran mu warna apa Din?”Canda
Pak guru yang memang sedari tadi bersama kami.
“Banyak
Pak,ada yang merah,hijau dan hitam”Jawabku dengan
tersenyum.
“Waduh,memang
punya berapa?”Pak Sandy bertanya.
“4
Pak,hahaha..”Jawabku sembil tertawa lepas.
“Weh..weh..weh..banyak
sekali.Mau lebaran apa jualan?Dapat dari mana
saja Din?”
Jelegeeeerrrrrr.....Petir pun bergumam
dengan kerasnya.
“Pak,Dina
memamang jualan.Belum lagi baju dari Arab,terus baju dari
Bapaknya”Potong Rina sambil menatapku.
“Hehehehe....”Aku
hanya tersenyum.
Setelah
berbincang lama,Pak Sandy nampak heran ketika mendengar nama Bapak-bapakku.Ya,Bapak
Doni,Bapak Rizal dan Bapak Harto.Ibuku memang menikah beberapa kali.Dari
pernikahannya,aku memiliki Kakak perempuan yang 3 bulan lagi akan menikah.Namun
tak disetujui oleh Nenekku.Katanya,Si Pria itu suka mabok dan judi.Namun,entah
mengapa Kakak perempuanku itu sangat menyukainya.Oya,akupun tinggal bersama
Nenek dan Kakek.Ibuku beberapa kali berangkat ke Arab saudi untuk menjadi
TKW.Beberapakali juga aku memiliki bapak baru.
“Teeeeeeetttttttt...”Bel
masuk berbunyi.
“Hei,sudah
kita masuk dulu besok cerita lagi”Seru Intan kepada kami.
......................
“Nek,1 minggu
lagi ya”Tanyaku kepda Nenek sembil melepas sepatuku.
“Iya,Insya
Allah Ibumu akan pulang 1 minggu lagi”.Jawab nenek dengan senyum yang selalu
terkembang.
Aku
tak tersenyum girang mendengar jawaban Nenek.2 tahun yang lalu saat aku keas 3
Ibuku berangkat ke Arab Sudi.Sekaranglah waktunya Ibu pulang.
...........................
“Din,Ibu bawa
oleh-oleh buatmu”lirih suara perempuan dari telepon
yang tak lain adalah Ibuku sendiri.
“Waaaahhh...asyiikkk..!!Bawa
yang banyak ya Bu..”Rayuku kepdanya.
“Iya
sayang..ya sudah,Ibu istirahat dulu,Wassalamualaikum
Din..”Sahut Ibu sambil menutup telepon.
Tak
terbayang,ole-oleh apa yang akan dibawa Ibu nanti.Saat aku kelas 2,Ibu
membawakan boneka yang sebesar tubuhku.Lalu,ketika aku Tk Ibu membawakanku
sepeda mungil yang kubawa ke sekolah bersama Nenek.
..............................
“Din,malam
nanti Ibumu pulang kan?”Tanya Pak Sandy seraya tersenyum.
“Iya dong Pak.Pasti mau minta oleh-oleh
ya,hehehe??”Ledekku ke Pak Sandy.
Ia memang
guru yang paling dekat dengan kami.Tak jarang,kami juga sering bermain
kerumahnya.Obrolan kamipun terhenti saat suara bel masuk berbunyi.
...........................
Jam dinding
menunjukkan pukul 21.07.Tak terasa 1 setengah jam aku berada didepan rumah.
“Din,masuk
dulu.Di luar dingin”Sahut kekek sambil mendekatiku.
“Iya
Kek,nanti sebentar lagi”Jawabku.
........................
Tak lama,sebuah mobil travel yang
memang biasa mengantarkan TKW di Desa kami berhenti didepan rumah Nenek.Aku
yakin,ini pasti Ibu.Lalu,sesosok perempuan bergamis coklat dengan renda bunga
berwarna kuning,serta kerudung coklat tua keluar dari mobil.Aku yakin,itu pasti
Ibu.Beberapa saat,aku menghentikan firasatku karena ia menggendong bayi.Ku
pikir,Ibuku terhalangi perempuan itu.
Ah,mataku mulai tak bisa melihha
dengan jelas.Nampaknya,ngantuk sedari tadi mulai mngguung
dimataku.Sampai-sampai aku tak mengenali Ibuku yang kini dehadapanku.Tapiiii....Siapa
bayi yang digendongnya??
“Din,ini Ibu..”Suara perempuan itu
sambil memelukku.
Aku hanya tetap diam,bingung dan
bertanya-tanya.Kalau itu Ibuku,siapa bayiitu??Nenek dan Kakek ternyata ada di belakangku.Namun,mengapa
mereka menangis??La Ibu,mereka mengajak perempuan itu masuk ke dalam
rumah.Nampaknya,itu memang Ibuku hanya saja aku ngantuk sehingga tak
mengenalinya.Namun,Siapa bayi itu?padahal,2,5 tahun yang lalu Ibu membawa
seorang bayi berumur 5 bulan bersama boneka besar yang ia beri padaku.Nenek
bilang bernama Ahmed,nama yang aneh bagiku.Biasanya nama yang ku dengar adalah
Ahmad,bukan Ahmed.
................................
Sampai saat ini,aku masih bingung
siapa bayi itu.Ternyata,aku tak bingung sendiri.Karena Pak Sandy juga ikut
termenung lama ketika aku berceria tentang bayi yang Ibu bawa.
“Pak..kenapa melamun??”Tanya Joni
temanku.
“Ah,tidak.Tidak apa-apa”Jawab Pak
Sandy dengan agak kaget.
“Oya Pak,kira-kira bayi itu
bayi siapa ya Pak?Kenapa Ibuku
membawanya dari Arab
Saudi?”Tanya ku kepada Pak Sandy.
Lagi-lagi,Pak sandy hanya
melamun sambil menatapku.Aneh,ada air mata yang keluar dari pojok dalam
matanya.Ah,Nampaknya Pak Sandy juga Bingung.Kamipun kembali masuk kelas setelah
terdengar suara bel.
............................
Aneh,hingga saat ini aku masih merasa
bingung tentang bayi yang dibawaIbu.Tentang ahmed dan Asyira.Yang Nenek bilang
mereka adalah adikku.Hingga saat
kutulis tulisan ini,aku masih merasa bingung.Kenapa,mengapa,siapa bayi-bayi itu
dibawa olehku.Dan yang paling tak bisa kuterima oleh akal sehatku hingga
kini,mengapa Nenek menyuruh aku memanggil mereka “A D I K”?????
(Kampung TKW,6 November 2013)