Teman…
Sebuah kata klise yang kerap kita dengar.
Teman…
Sebuahkata yang nyaris takkan musnah hingga bumi ini kembali
pada-Nya
Entah itu Teman,Sahabat,Kawan,Handaitaulan atau apapun yang
mampu mengerti kalian.Lebih memihak Teman sebagai pelampiasan.Tidakkah kabar
bahagia ataupun sedih.
Teman baik itu baik untukTeman.Maka bukankah kita akan
dapatkan hal itu dari Teman?!
Teman itu ada karena ada permasalahan.Dan tak salah juga
jika permasalahan itu akan ada selama ada Teman.
Maka,milikilah Teman sebanyaknya.Ketika dari yang banyaknya
itu telah engkau dapatkan,kau ‘kan dapatkan “TEMAN” yang benar-benar.
Sebelum iri datang sepertiku..
Sebelum penyesalan datang sepertiku..
Sebelum ingin yang seperti ini dating padamu,dapatkan
Teman.Karena ia yang akan temani berbagai cerita yang kau lalui.
Bukankah kau suka bercerita tentang kebaikan kau?!
Bukankah kau suka bercerita tentang derita hidup yang kau
lalui?!
Meskipun terkadang mengharap lebih dari Teman,namun inilah
hidup.Kita akan tahu ketika kita tahu.Kita akan rasa ketika ia rasa.Hingga kita
akan dapatkan ketika ia ‘kan dapatkan.
Susah memang memisahkan garam yang terlanjur tercampur
dalammasakan yang tengah kita kunyah.Namun,sebenarnya itulah yang membuat
makanan itu nikmat.Hanya saja proses yang kadang kita tak mampu mengetahuinya.
Mari,kita amati prose situ.Amati bukan sekedar amati.Mulai
sekarang,jadikan kita sebagai pelaku,bukan lagi penonton.
Ini hidup,hidup telah jelas.Hanya terkadang kita sendiri
yang mengabutkan hidup hingga lebih kita tak jelas yang dirasa.Karena Teman,ada
dikala hidup kita tengah hidup..