Wednesday, 19 November 2014

BBM dan Keluarga

Uang jajan saya (dibaca:subsidi) Rp500.000/bulan.
Tetapi karena ayah ingin membayar hutang dan ibu akan membeli buku,seragam sekolah dan perlengkapan lainnya untuk saya,maka uang jajan saya dikurangi menjadi 300.000/bulan.
Bisa saja saya demo ke ayah dan Ibu,karena penghasilan Ayah naik 30%.Tetapi ibu memilih memotong uang jajan saya.Namun kebutuhan lain dipenuhi oleh orang tua saya.

Lalu bagaimana jika Orang Tua kita di Negeri ini adalah Pemerintah?!Masihkah kita akan demo?!Bukankah kita ingin memiliki infrastruktur yang baik?!adahal kita sering menghina Negeri sendiri karena hanya memiliki infrastruktur yang pas-pasan.

Wednesday, 5 November 2014

Malam Ramai yang Jarang

Teman…
Sebuah kata klise yang kerap kita dengar.
Teman…
Sebuahkata yang nyaris takkan musnah hingga bumi ini kembali pada-Nya
Entah itu Teman,Sahabat,Kawan,Handaitaulan atau apapun yang mampu mengerti kalian.Lebih memihak Teman sebagai pelampiasan.Tidakkah kabar bahagia ataupun sedih.
Teman baik itu baik untukTeman.Maka bukankah kita akan dapatkan hal itu dari Teman?!
Teman itu ada karena ada permasalahan.Dan tak salah juga jika permasalahan itu akan ada selama ada Teman.
Maka,milikilah Teman sebanyaknya.Ketika dari yang banyaknya itu telah engkau dapatkan,kau ‘kan dapatkan “TEMAN” yang benar-benar.

Sebelum iri datang sepertiku..
Sebelum penyesalan datang sepertiku..
Sebelum ingin yang seperti ini dating padamu,dapatkan Teman.Karena ia yang akan temani berbagai cerita yang kau lalui.

Bukankah kau suka bercerita tentang kebaikan kau?!
Bukankah kau suka bercerita tentang derita hidup yang kau lalui?!
Meskipun terkadang mengharap lebih dari Teman,namun inilah hidup.Kita akan tahu ketika kita tahu.Kita akan rasa ketika ia rasa.Hingga kita akan dapatkan ketika ia ‘kan dapatkan.

Susah memang memisahkan garam yang terlanjur tercampur dalammasakan yang tengah kita kunyah.Namun,sebenarnya itulah yang membuat makanan itu nikmat.Hanya saja proses yang kadang kita tak mampu mengetahuinya.
Mari,kita amati prose situ.Amati bukan sekedar amati.Mulai sekarang,jadikan kita sebagai pelaku,bukan lagi penonton.



Ini hidup,hidup telah jelas.Hanya terkadang kita sendiri yang mengabutkan hidup hingga lebih kita tak jelas yang dirasa.Karena Teman,ada dikala hidup kita tengah hidup..