Sunday, 9 February 2014

Kami di Pagi Hari Pada Musim Hujan

Assalamualaikum Wr.Wb.
Gaji PNS (Guru) naik 9 % belum lama ini,entah akan dibayar perbulan ataupun rapel.Berita yang harusnya menjadi berita gembira.Bagaimanapun para PNS adalah rekan kita bekerja,bahkan saudara.Ya,kami bergembira dengan berita ini.Dengan begitu tingkat kesejahteraan rekan kerja kami meningkat.Bisa untuk menambah belanja bulanan,biaya kuliah anak,bahkan biaya peningkatan kualifikasi pendidikan mareka sendiri.Patut di syukuri meski kita belum mendapatkannya.
                Namun bagaimanapun,sedikitnya ada dua rasa yang kami rasakan dengan berita tersebut.Senang?ya pasti kami senang karena saudara kami dapat meningkatkan kesejahteraan hidpunya.Namun jauh dari rasa tersebut kami merasa ada sesuatu yang harus segera kami tenangkan.Jantung berdetak lebih kencang.Entah mengapa saat itu kami merasa amat bingung kemana kami memint apenjelasan dari ini semua.Bertanya pada saudara kami jelaslah tidakmungkin.Menteri?Presiden?Ah ini amat sangat tidak mungkin meskipun selalu ada kemungkinan dalam hidup ini.
                2 juta kelas diisi oleh Guru Tidak Tetap.Itu yang kami ketahui dari saudara kami tentang kekurangan tenaga pendidik di negeri elok ini.Kami cukup tercengang dengan ini.Namun pagi ini kami sangat shok.Bagaimana mungkin pemerintah menaikkan gaji PNS sementara para GTT hanya menerima beberapa ratus ribu perbulan. Kamipun tidak pernah mengharap akan naiknya honor kami ini,sudah hilang harapan kami akan naiknya honor bulanan yang kami terima.Yang kami ketahui 20% dari penerimaan BOS dperbolehkan untuk GTT.Kami hilangkan semua harapan karena terpaksa harus kami hilangkan.
                Entah mengapa pula kami berfikir bahwa pemerintah telah melakukan “kecurangan”.Pemerintah membutuhkan GTT  untuk membantu PNS demi jalannya proses pendidikan.Namun,pemerintah tak segera mau unuk mengangkat para GTT.Jelas ini adalah kecurangan yang terjadi dan harus segera diselesaikan.Dengan menunda para GTT diangkat menjadi PNS berarti pemerintah telah menyimpan kewajibannya dan memilih keikhlasan para GTT tanpa apresiasi yang baik.Jika saja seluruh GTTdi negeri ini berhenti,apa jadinya?
                Bukan maksud kami untuk membenci akan berita pada awal tadi.Namun,apakah lebiih bijak jika kenaikan gaji PNS ditunda dan alihkan dana tersebut untuk bertahap mengangkat GTT?!Dengan hampir meratanya sertifikasi untuk sluruh PNS,saya piker tidak begitu kejam pula jika gaji meraka tidak segera dinaikkan.Dengan begitu aka nada spirit baru bagi tenaga GTT untuk lebih giat lagi.
                “Kinerja GTT menurun drastis setelah menjadi PNS” Ini berita yang say abaca dari Koran.Sangat menggelitik.Apa yang terfikir dari wartawan hingga menulis berita tersebut.Tak bermaksud membandingkan.Di daerah kami,90% Pembina siswa dalam kegiatan lomba (POPDA,FLS2N,O2SN,MAPSI,Operator,kegiatan siswa) bahkan ada banyak teman kami yang marus pusin menyelesaikan pekerjaan bendahara maupun kepala sekolah.


                Bukan bermaksud kami menyambut kenaikan gaji saudar a kami denga iri dengki,kami hanya ingin mencurahkan apa yang tak bias kami tahan.Harapan kami,pendidikan di negeri elok ini lebih baik lagi,kerjasama dengan saudara kami lebih baik diberbagai pos dan hilangkan kecurangan yang selama ini terjadi.Mari kita sadari jika kita saling membutuhkan.


Salam Perjuangan!!
Wassalamualaikum Wr.Wb.