Saturday, 22 March 2014

3 Wali Kota Terbaik di Indonesia Versi 3 Besar

Merdeka.com - Di tengah gonjang-ganjing mundurnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma), datang kabar positif untuknya. Risma masuk dalam kandidat Wali Kota Terbaik Dunia 2014 versi World Mayor Project. Bersama Risma, ikut masuk Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) yang meraih peringkat 3 wali kota terbaik dunia 2012. 

Pada perhelatan 2014 ini, Indonesia hanya diwakili oleh Risma danJokowi . Padahal, dua tahun lalu, Indonesia diwakili beberapa kandidat seperti Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini , dan Jokowi selaku wali kota Solo.
Banyak nama lagi akan ditambahkan selama putaran pertama World Mayor Project tahun ini, antara sekarang dan Mei. Keduanya masuk ke dalam nominasi di Proyek Wali Kota Dunia 2014 di World Mayor Project.




1.Ir. Tri RismahariniM.T 

Terkadang ditulis Tri Risma Harini (lahir di KediriJawa Timur20 November 1961; umur 52 tahun) adalah Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 28 September 2010. Ia adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarahnya. Insinyur lulusan Arsitektur dan pasca sarjana Manajemen Pembangunan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini juga tercatat sebagai wanita pertama di Indonesia yang dipilih langsung menjadi wali kota melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi di Indonesa pasca Reformasi 98. Melalui pemilihan langsung, ia menggantikan Bambang Dwi Hartono yang kemudian menjabat sebagai wakilnya hingga resmi mengundurkan diri pada 14 Juni 2013. Mereka diusung oleh partai PDI-P dan memenangi pilkada dengan jumlah suara 358.187 suara atau sebesar 38,53 persen. Pasangan ini dilantik pada tanggal 28 September 2010. Sebelum menjadi wali kota, Risma pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya dan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya (Bappeko) hingga tahun 2010. Risma merupakan seorang birokrat tulen, yang meniti karier sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS) Kota Surabaya sejak dekade 1990-an.

2.Jokowi



Joko Widodo atau Jokowi (lahir 21 Juni 1961) adalah politikus Indonesia dan Gubernur DKI Jakarta. Ia adalah mantan Walikota Surakarta (Solo) dari tahun 2005 sampai 2012 didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota. Dua tahun sementara menjalani periode keduanya di Solo, Jokowi ditunjuk oleh partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk memasuki pemilihan Gubernur DKI Jakarta bersama dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 
Pada tanggal 20 September 2012, Jokowi dipilih sebagai Gubernur DKI Jakarta, dan kemenangannya mencerminkan dukungan popular untuk seorang pemimpin yang ‘baru’ dan ‘bersih’ daripada gaya politik ‘lama,’ meskipun umurnya sudah lebih dari lima puluh tahun.Ia akan menjabat selama lima tahun dan berakhir pada tahun 2017.
Popularitas Jokowi telah melambung tinggi sejak pemilihannya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. Awalnya, Ketua Umum PDI-P,Megawati Soekarnoputri menyatakan bahwa ia tidak akan mengumumkan Calon Presiden PDI-P sampai setelah pemilihan umum legislatif 9 April 2014 seperti sesuai dengan UU No 42 Tahun 2008 (Pasal 9) yang menyatakan bahwa nominasi calon untuk pemilihan presiden mungkin hanya dapat dilakukan oleh pihak (atau koalisi partai) yang menerima setidaknya 20% dari kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (112 dari 560) atau menang 25% suara populer. Karena menurut survey pencalonan Jokowi dapat melambungkan suara untuk PDI-P, publik berspekulasi bahwa Megawati mengambil keuntungan dari popularitasnya dengan mencalonkan dirinya pada 14 Maret 2014, tiga minggu sebelum pemilihan umum dan dua hari sebelum kampanye.

3.Ir. H. Ilham Arief Sirajuddin, M.M. 
(lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, 16 September 1965; umur 48 tahun) adalah Walikota Makassar periode 2004-2009 dan 2009-2014. Aco demikian sapaan akrab Ilham, menjabat Walikota Makassar melalui Partai Golkar. Ia juga merupakan manajer dan ketua umum tim sepak bola PSM Makassar. Pada tahun 2008 untuk memenuhi syarat sebagai calon Walikota, beliau memundurkan diri dari jabatannya dan di gantika oleh wakilnya yaitu Ir. H. Andi Herry Iskandar, M.si. Pada tahun 2009 Ilham atau yang akrab disapa Aco memundurka diri dari Partai Golkar. Pada tahun 2010 Ilham memenangkan Musyawarah Daerah Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan. Ilham juga adalah Ketua Organisasi Masyarakat Nasional Demokrat dan menjadi salah satu dari 45 deklarator Nasional Demokrat



3 Negara Terkecil di Dunia

1. Republik Nauru (21 km2)
Nauru
Republik Nauru adalah sebuah negara yang terletak di Samudera Pasifik. Dulunya negara ini dikenal sebagai Pulau Pleasant, dan sejak 31 Januari 1968 menjadi sebuah negara berdaulat bernama Republik Nauru. Luas negara pulau ini hanya 21 km persegi, menjadikan Nauru sebagai negara pulau terkecil di dunia. Dengan jumlah penduduk sebanyak 9.378 orang, Nauru juga menjadi negara dengan populasi tersedikit nomor dua setelah Vatikan.
2. Kerajaan Monako (2.02 km2)
Monaco
Monako adalah sebuah negara kota dengan sistem kerajaan di dalam area Prancis. Seluruh wilayah daratan Monako berbatasan langsung dengan Prancis. Luas wilayahnya 2.02 km persegi, jauuuh lebih kecil dari Pualau Adonara di Nusa Tenggara Timur (509 km persegi).
Populasi Monako sebesar 36.371, salah satu yang paling jarang di dunia. Bentuk pemerintahannya adalah monarki konstitusional dengan seorang pangeran sebagai kepala negara. Meski berstatus negara berdaulat, namun untuk urusan pertahanan negara mini ini menjadi tanggung jawab Prancis.
3. Vatican City (44 hektar)
Lapangan Santo Petrus
Kota Vatikan adalah sebuah negara kota yang terletak di kota Roma. Teritorialnya terdiri dari sebuah kompleks bangunan yang dikelilingi tembok di atas tanah seluas 44 hektar. Populasi Vatikan tak sampai 1000 orang, yang terdiri atas para rohaniawan Katolik termasuk Paus. Hal ini menjadikan Vatikan sebagai negara terkecil di dunia, baik dalam hal ukuran luas wilayah maupun jumlah populasinya.
Vatikan didirikan pada tahun 1929 berdasarkan Perjanjian Lateran antara Kerajaan Italia dengan Tahta Suci. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh PM Benito Mussolini mewakili Raja Victor Emmanuel III, dan Kardinal Pietro Gasparri mewakili Paus. Pendirian negara kota ini sendiri adalah sebagai bentuk representasi agama Katolik Roma.
Yang unik, sumber pemasukan Vatikan didapat dari penjualan perangko dan suvenir, tiket masuk museum, serta penjualan buku atau publikasi lain. Meski demikian, ada kabar kalau Vatikan juga mendapat donasi rutin dari sejumlah negara Katolik.