Harusnya saya memulainya dari
awal.Namun entah darimana saya memuainya jika harus memulai dari awal.Kisah ini
sendiri adalah kisah klasik yang kembali terkenang nyata malam ini seiring
untaian cerita dari Ibu.
Dulu kami hidup ditempat yang
amat jauh bagi saya dari kampung halaman.Bukan Jakarta tepatnya,hanya saja kami
menyebutnya Jakarta.Disana saya temukan kehidupan yang benar-benar berarti dan
baru tersadar malam ini.Dengan apa yang terjadi dahulu (20-23 tahun yang
lalu)seharusnya saya memiliki kepribadian yang semestinya hebat,kuat dan
mantap.Bagaimana tidak,saya berteman dengan manusia mungil dari berbagai
tempat.Dan berikut adalah photo yang masih tersimpan walau sempat hiang entah
kemana.

Keren bukan kami-kami ini?!Masih
teringat jelas.Saat itu sore sekitar pukul 16.00-16.30 saya berlari dari
kontrakan karena malas untuk mandi.Adik saya yang baru beberapa bulanpun
dititipkan ke tetangga.Lupa saya untuk mengingat namanya,yang pasti ia Si Bibi
yang berasal dari Jawa Barat.Ditengah pelarian menghindari mandi sore saya
meluhat Si Gendut yang sudah rapih dan bersih.Hendra namanya,ia berasal dari
Palembang.Masih ingat jaga saya jika ia memanggil Mak Cik kepada Bibinya.
Sekias,ketika saya pandangi
kembali photo ini serasa melihat Wagub DKI,heuheuheu.Saya berteman lama
dengannya.Beberapa saat kami berbincang tentang angkot yang biasa dipakai
tetangga kami.Kami heran mengapa jam segini angkotnya sudah terparkir di tempay
seperti biasanya.Dan seperti biasanya kami langsung menyergap angkot tersebut
setelah Irma datang.Kami berebut untuk naik ke bagian depan angkot.Berhasil
bagi saya dan Irma tapi tidak untuk hendra.Seingat saya saat itu ia mengalami
kesulitan untuk naik keatas angkot.Setelah beberapa saat berusaha iapun pasrah
berada dibawah.Saat itu kami bermain dengan amar,adik saya.Karena waktu yang
cukup lama saya sendiri lupa siapa yang memphoto kami ini.
Saat ini saya sangat ingin tahu
dimana mereka berada.Banyak teman-teman yang menemani kehidupan saya kala
itu.Ada Heri,dia adalah abang dari hendra.Tak seperti hendra,ia berbadan kurus
namun menjulang tinggi.Yudi,dia adalah anak tentara yang berada dekat kontakan
saya.Citra,adik dari Yudi.Inu,entah darimana dia berasal.Emon,si anak nakal
yang sering enyuruh saya untuk membeli korek api yang digunakan untuk bermain
api.Dan membakar sampah adalah permainan yang sangat kami sukai.Hanya itu yang
saya ingat.Terakhir Irma,dia adalah anak dari Pak Sobri yang berasal dari
Semarang dan Bu Wati dari Kalimantan.Bagaimanapun dialah teman yang paling
dekat dengan saya.Bukan karena apa-apa,hanya saja kontrakan kami
berbelakangan.Ia anak yang cerewet,manja,pintar dalam mengolah suara (nangis
khususnya).GONDAR,itu adalah panggilannya terhadap saya.Entah karena apa yang
pastiia sangat menyukai panggilan itu.
20 tahun lebih kami
terpisah.helaan nafas ini terasa berat.Malu bagisaya jikaharus menangis karena
mengenang kalian.Tapi mau tak mau kalian memang luar biasa.Masih begitu jalas
dalam ingatan masa-masa kita bermain,menimpuk,berlari,terjatuh dan banyak
koma-koma lagi jika saya uraikan.Entah akan atau tidak pula kita akan kembali
bertemu.Harapan memang harus elalu ada.Kemungkinan akan selalu ada dalam setiap
ketidakpastian.
Hendra,sampai saat ini saya belum
mengucapkan maaf padamu tentang batu yang saya genggam dan saya lemparkan dari
jarak tak lebih dari 2 meter.Masih teringat dengan jelas timpukan saya menadart
dengan tepat di dahimu.Namun kata-katamu yang melarang saya untuk bergabung
bermain bersama menghapuskan segala penyesalan tentang itu.Balon berisi penuh
airpun ditumpahkan oleh Abangmu Heri pada saya.Hingga saat ini sebenarnya saya
tak pernah menyesainya meski telah membuat dahimu besar karena genggaman
batu.Andai kesempatan datang kembali untuk kita,mungkin kau telah jauh berbeda
dari saya.Badanmu itu sealu jadi kelebihanmu daripada teman yang lain.
Irma,beraa tahun umur anakmu?!Hebat
kau.Pengangis sejati sepeprtimu ternyata bisa juga mendiamkan anak yang
menangis.Sejak 20 tahun lebih dari saat itu,tak ada lagi siapapun diduni ini
yang memanggil saya dengan sebutan Gondar. Lega memang,karena hamper 50% tiap
harinya kau memanggil saya dengan sebutan itu.Tapi kali ini,saya sungguh
berkeinginan kembali untuk mendengar panggilan itu.Namun,mungkin saja jikakau
memanggi seperti itu ka nada lelaki yang melarangmu karena berkata tidak sopan.
Dengan ini,semoga kalian atau
siapapun dapat membantu kami.Yang saya ingat,20 tahun lebih yang lalu kami
ingat alamat tempat kami bermain.Jalan Tipar Radar entah kampung apa yang pasti
di daerah Mekarsari.Saya pikir kalianpun sudah hilang dari tempat biasa kita
bermain.Dengan apapun dan bagaimanapun ceritanya,semoga tulisan ini akan
mengantarkan saya kembali bertemu dengan kalian.Saya berkata tentang
keyakinan,keyakinan akan kita.Mungkin Hendra akan Nampak mirip seperti Wagub
DKI dengan matanya yang sipit maski tak dapat saya prediksikan seberapa besar
badanmu itu.
Kami hilang,hilang dari tempat
itu.Kami anak-anak dari perantau yang hilang,kehilangan teman.Kami anak-anak
perantau hingga dulu kami tak tahu harus bagaimana agar kemi tidak kehilangan
komunikasi.
Sampaikan pesan kaian jika
meneukan saya disini.Saya yang biasa kalian sebut dengan Gondar,yang
memfavoritkan kesatria baja hitam,RX BIO danRX Robo,serta Power Ranger denga
nRanger Putih yang bernama Tomy.
Waktu yang kan menjawab,dan saya
memulainya dengan ini….!!!!
darendar7@gmail.com
