Monday, 7 April 2014

Anak-Anak Perantau yang Hilang

Harusnya saya memulainya dari awal.Namun entah darimana saya memuainya jika harus memulai dari awal.Kisah ini sendiri adalah kisah klasik yang kembali terkenang nyata malam ini seiring untaian cerita dari Ibu.
Dulu kami hidup ditempat yang amat jauh bagi saya dari kampung halaman.Bukan Jakarta tepatnya,hanya saja kami menyebutnya Jakarta.Disana saya temukan kehidupan yang benar-benar berarti dan baru tersadar malam ini.Dengan apa yang terjadi dahulu (20-23 tahun yang lalu)seharusnya saya memiliki kepribadian yang semestinya hebat,kuat dan mantap.Bagaimana tidak,saya berteman dengan manusia mungil dari berbagai tempat.Dan berikut adalah photo yang masih tersimpan walau sempat hiang entah kemana.
  

Keren bukan kami-kami ini?!Masih teringat jelas.Saat itu sore sekitar pukul 16.00-16.30 saya berlari dari kontrakan karena malas untuk mandi.Adik saya yang baru beberapa bulanpun dititipkan ke tetangga.Lupa saya untuk mengingat namanya,yang pasti ia Si Bibi yang berasal dari Jawa Barat.Ditengah pelarian menghindari mandi sore saya meluhat Si Gendut yang sudah rapih dan bersih.Hendra namanya,ia berasal dari Palembang.Masih ingat jaga saya jika ia memanggil Mak Cik kepada Bibinya.
Sekias,ketika saya pandangi kembali photo ini serasa melihat Wagub DKI,heuheuheu.Saya berteman lama dengannya.Beberapa saat kami berbincang tentang angkot yang biasa dipakai tetangga kami.Kami heran mengapa jam segini angkotnya sudah terparkir di tempay seperti biasanya.Dan seperti biasanya kami langsung menyergap angkot tersebut setelah Irma datang.Kami berebut untuk naik ke bagian depan angkot.Berhasil bagi saya dan Irma tapi tidak untuk hendra.Seingat saya saat itu ia mengalami kesulitan untuk naik keatas angkot.Setelah beberapa saat berusaha iapun pasrah berada dibawah.Saat itu kami bermain dengan amar,adik saya.Karena waktu yang cukup lama saya sendiri lupa siapa yang memphoto kami ini.
Saat ini saya sangat ingin tahu dimana mereka berada.Banyak teman-teman yang menemani kehidupan saya kala itu.Ada Heri,dia adalah abang dari hendra.Tak seperti hendra,ia berbadan kurus namun menjulang tinggi.Yudi,dia adalah anak tentara yang berada dekat kontakan saya.Citra,adik dari Yudi.Inu,entah darimana dia berasal.Emon,si anak nakal yang sering enyuruh saya untuk membeli korek api yang digunakan untuk bermain api.Dan membakar sampah adalah permainan yang sangat kami sukai.Hanya itu yang saya ingat.Terakhir Irma,dia adalah anak dari Pak Sobri yang berasal dari Semarang dan Bu Wati dari Kalimantan.Bagaimanapun dialah teman yang paling dekat dengan saya.Bukan karena apa-apa,hanya saja kontrakan kami berbelakangan.Ia anak yang cerewet,manja,pintar dalam mengolah suara (nangis khususnya).GONDAR,itu adalah panggilannya terhadap saya.Entah karena apa yang pastiia sangat menyukai panggilan itu.
20 tahun lebih kami terpisah.helaan nafas ini terasa berat.Malu bagisaya jikaharus menangis karena mengenang kalian.Tapi mau tak mau kalian memang luar biasa.Masih begitu jalas dalam ingatan masa-masa kita bermain,menimpuk,berlari,terjatuh dan banyak koma-koma lagi jika saya uraikan.Entah akan atau tidak pula kita akan kembali bertemu.Harapan memang harus elalu ada.Kemungkinan akan selalu ada dalam setiap ketidakpastian.
Hendra,sampai saat ini saya belum mengucapkan maaf padamu tentang batu yang saya genggam dan saya lemparkan dari jarak tak lebih dari 2 meter.Masih teringat dengan jelas timpukan saya menadart dengan tepat di dahimu.Namun kata-katamu yang melarang saya untuk bergabung bermain bersama menghapuskan segala penyesalan tentang itu.Balon berisi penuh airpun ditumpahkan oleh Abangmu Heri pada saya.Hingga saat ini sebenarnya saya tak pernah menyesainya meski telah membuat dahimu besar karena genggaman batu.Andai kesempatan datang kembali untuk kita,mungkin kau telah jauh berbeda dari saya.Badanmu itu sealu jadi kelebihanmu daripada teman yang lain.
Irma,beraa tahun umur anakmu?!Hebat kau.Pengangis sejati sepeprtimu ternyata bisa juga mendiamkan anak yang menangis.Sejak 20 tahun lebih dari saat itu,tak ada lagi siapapun diduni ini yang memanggil saya dengan sebutan Gondar. Lega memang,karena hamper 50% tiap harinya kau memanggil saya dengan sebutan itu.Tapi kali ini,saya sungguh berkeinginan kembali untuk mendengar panggilan itu.Namun,mungkin saja jikakau memanggi seperti itu ka nada lelaki yang melarangmu karena berkata tidak sopan.
Dengan ini,semoga kalian atau siapapun dapat membantu kami.Yang saya ingat,20 tahun lebih yang lalu kami ingat alamat tempat kami bermain.Jalan Tipar Radar entah kampung apa yang pasti di daerah Mekarsari.Saya pikir kalianpun sudah hilang dari tempat biasa kita bermain.Dengan apapun dan bagaimanapun ceritanya,semoga tulisan ini akan mengantarkan saya kembali bertemu dengan kalian.Saya berkata tentang keyakinan,keyakinan akan kita.Mungkin Hendra akan Nampak mirip seperti Wagub DKI dengan matanya yang sipit maski tak dapat saya prediksikan seberapa besar badanmu itu.
Kami hilang,hilang dari tempat itu.Kami anak-anak dari perantau yang hilang,kehilangan teman.Kami anak-anak perantau hingga dulu kami tak tahu harus bagaimana agar kemi tidak kehilangan komunikasi.
Sampaikan pesan kaian jika meneukan saya disini.Saya yang biasa kalian sebut dengan Gondar,yang memfavoritkan kesatria baja hitam,RX BIO danRX Robo,serta Power Ranger denga nRanger Putih yang bernama Tomy.
Waktu yang kan menjawab,dan saya memulainya dengan ini….!!!!


darendar7@gmail.com