Selain Asia, Continental juga mengeluarkan peringkat untuk klub-klub
Asia, Eropa dan lain sebagainya, dalam situsnya
www.footballdatabase.com, Continental menempatkan Barcelona sebagai klub
peringkat pertama di Eropa, diikuti Real Madrid, Bayern Muenchen,
Borusia Dortmund, dan Juventus untuk 5 besar.
“Lagi-lagi Persipura
yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia, ini sebuah torehan
catatan yang luar biasa, disaat sepakbola Indonesia yang sedang
bermasalah, Persipura yang semula diabaikan oleh Federasi (PSSI),
ternyata mampu mengharumkan nama Indonesia dengan berada di peringkat
26,” ujar wartawan olahraga senior, Rocky Bebena kepada Bintang Papua,
Selasa (8/1) kemarin.
Keberadaan Persipura sebagai wakil Indonesia
pada peringkat ke 26 sekaligus mempertegas dominasi Indonesia atas
negeri jiran Malaysia yang sama sekali tidak mendapatkan tempat pada 50
besar Continental Football Rangking Asia, bahkan peringkat Persipura
lebih baik dibanding dua ‘serigala’ Jepang, Gamba Osaka dan Yokohama
Marinos, dua tim yang berada di 50 besar juga keduanya berasal dari
Indonesian Super League (ISL), dan Persipura juga satu-satunya klub asal
Papua yang menorehkan catatan manis yang akan memaksa semua orang untuk
bilang ‘Wow’. (bom/don/l03)
Sunday, 5 May 2013
Syamsir Alam Balik ke Indonesia, SAD Nurdin Halid Gagal Total?
Agak terkejut mendengar flashnews dari sebuah radio
swasta di Jakarta. Menurut berita tsb, Syamsir Alam dipulangkan oleh DC
United ke Indonesia. Belum jelas apa yg menyebabkan Syamsir didepak dari
DC United. Namun santer beredar akibat perselisihan dgn sesama rekan
tim. Meski begitu pemilik DC United, Erick Tohir membantah kabar tsb,
dan menyatakan bahwa kepulangan Syamsir hanya soal teknis dan kebutuhan
tim saja.
Sampai saat ini memang belum beredar kabar lagi mengenai kiprah Syamsir Alam dlm kompetisi MLS bersama DC United. Syamsir yg merupakan pinjaman dari klub Swiss, CS Visse, terakhir diberitakan saat melakoni debutnya yg heboh bersama DC United. Kala itu Syamsir diberitakan turut membantu proses terjadinya gol dgn pergerakannya di kotak pinalti lawan. Namun tak dijelaskan pergerakan seperti apa, apakah mengumpan atau pergerakan tanpa bola dgn rekannya.
Syamsir adalah salah satu personil tim muda Indonesia yg dikirim ke Uruguay dlm proyek SAD saat era Nurdin Halid. Belum jelas perincian mengenai proyek ini mengenai metodenya ataupun berapa dana yg dihabiskan untuk membiayai mereka selama di Uruguay serta darimana asal dana tsb. Setelah sempat magang di klub Uruguay, Syamsir dan rekannya yg lain diproyeksikan untuk bermain di kompetisi Eropa dan bersaing dgn bintang top Eropa lainnya. Mereka jg diharapkan bisa menjadi era Golden Generation Indonesia untuk membawa timnas ke tingkat lebih tinggi di lingkup Internasional, setelah era Kurniawan Cs dalam proyek Primavera tak sesukses yg diharapkan.
Sayangnya kiprahnya di Eropa pun tak berjalan mulus. Begitupula rekan2nya. Syamsir masih beruntung krn masih dikontrak CS Visse, meskipun tak menampilkan satu pertandingan pun disana dan hanya menjadi penghangat bangku cadangan. Entah apa yg membuat Syamsir seperti kalah bersaing dgn pemain lainnya disana. Padahal diberitakan bahwa skill Syamsir sangat baik dan bisa disandingkan dgn CR7 atau Leo Messi
Tak kunjung mendapat tempat di CS Visse, Syamsir akhirnya pergi ke Amerika setelah dipinjamkan ke DC United pimpinan Erick Tohir. Dan seperti disebut di atas, setelah menjalani debutnya yg di babak kedua diganti sang pelatih dan dipuji bagus, kiprah Syamsir tak terdengar lagi di MLS. Sampai kemarin saya mendengar kabar mengejutkan bahwa Syamsir telah pulang ke Jakarta.
Jikalau memang Syamsir pulang kampung, mengapa tak ada satu media pun yg meliput pemain muda potensial seperti Syamsir Alam?
Ataukah kepulangan Syamsir dikalahkan kehebohan lain tentang kembali gagalnya timnas meraih prestasi ketika pemain terbaik kita dikalahkan Arab Saudi?
Lalu, bagaimana nasib jebolan SAD lainnya?
Apakah proyek besar SAD kembali akan menerima kegagalan layaknya senior mereka di Primavera dulu?
Jika di antara kompasianer memiliki info yg lebih valid mengenai Syamsir Alam atau jebolan SAD lainnya, mohon di share kpd saya agar saya tidak ketinggalan beritanya.
Sampai saat ini memang belum beredar kabar lagi mengenai kiprah Syamsir Alam dlm kompetisi MLS bersama DC United. Syamsir yg merupakan pinjaman dari klub Swiss, CS Visse, terakhir diberitakan saat melakoni debutnya yg heboh bersama DC United. Kala itu Syamsir diberitakan turut membantu proses terjadinya gol dgn pergerakannya di kotak pinalti lawan. Namun tak dijelaskan pergerakan seperti apa, apakah mengumpan atau pergerakan tanpa bola dgn rekannya.
Syamsir adalah salah satu personil tim muda Indonesia yg dikirim ke Uruguay dlm proyek SAD saat era Nurdin Halid. Belum jelas perincian mengenai proyek ini mengenai metodenya ataupun berapa dana yg dihabiskan untuk membiayai mereka selama di Uruguay serta darimana asal dana tsb. Setelah sempat magang di klub Uruguay, Syamsir dan rekannya yg lain diproyeksikan untuk bermain di kompetisi Eropa dan bersaing dgn bintang top Eropa lainnya. Mereka jg diharapkan bisa menjadi era Golden Generation Indonesia untuk membawa timnas ke tingkat lebih tinggi di lingkup Internasional, setelah era Kurniawan Cs dalam proyek Primavera tak sesukses yg diharapkan.
Sayangnya kiprahnya di Eropa pun tak berjalan mulus. Begitupula rekan2nya. Syamsir masih beruntung krn masih dikontrak CS Visse, meskipun tak menampilkan satu pertandingan pun disana dan hanya menjadi penghangat bangku cadangan. Entah apa yg membuat Syamsir seperti kalah bersaing dgn pemain lainnya disana. Padahal diberitakan bahwa skill Syamsir sangat baik dan bisa disandingkan dgn CR7 atau Leo Messi
Tak kunjung mendapat tempat di CS Visse, Syamsir akhirnya pergi ke Amerika setelah dipinjamkan ke DC United pimpinan Erick Tohir. Dan seperti disebut di atas, setelah menjalani debutnya yg di babak kedua diganti sang pelatih dan dipuji bagus, kiprah Syamsir tak terdengar lagi di MLS. Sampai kemarin saya mendengar kabar mengejutkan bahwa Syamsir telah pulang ke Jakarta.
Jikalau memang Syamsir pulang kampung, mengapa tak ada satu media pun yg meliput pemain muda potensial seperti Syamsir Alam?
Ataukah kepulangan Syamsir dikalahkan kehebohan lain tentang kembali gagalnya timnas meraih prestasi ketika pemain terbaik kita dikalahkan Arab Saudi?
Lalu, bagaimana nasib jebolan SAD lainnya?
Apakah proyek besar SAD kembali akan menerima kegagalan layaknya senior mereka di Primavera dulu?
Jika di antara kompasianer memiliki info yg lebih valid mengenai Syamsir Alam atau jebolan SAD lainnya, mohon di share kpd saya agar saya tidak ketinggalan beritanya.
Persipura Peringkat 26 Asia
Data tersebut diupdate pada 3 Januari 2013, penilaian yang dilakukan dalam Continental football club rangking tersebut berdasarkan banyaknya jumlah pertandingan dan jumlah kemenangan secara periodic dalam kurun waktu satu tahun, nilai secara keseluruhan akan dijumlahkan dalam setiap tahunnya, dan hingga 3 Januari 2013 Persipura berhasil mengoleksi 1460.95 poin.
Lima besar dalam peringkat Continental Asia tersebut adalah Al Hilal (Saudi Arabia), Seoul (Korea Republic), Jeonbuk Motors (Korea Republic), Al Shahab (Saudi Arabia), dan Sepahan (Iran). Pada peringkat 50 besar, Indonesia hanya terwakili 2 tim yaitu Persipura (peringkat 26) dan Persija Jakarta (peringkat 41). Sedangkan untuk tingkat dunia, Persipura berada pada peringkat dunia 341 sekaligus satu-satunya klub asal Indonesia yang masuk pringkat 300-an, karena Persija hanya masuk di peringkat 465 dunia.
Sriwijaya FC Peringkat 1039 Dunia
Sriwijaya FC masih kalah jauh dengan
klub asal Indonesia lainnya yaitu Persipura Jayapura yang berada di
peringkat 346 dunia dengan poin 1460,95. Selain Persipura, klub asal
Indonesia lainnya yang peringkatnya lebih baik dari Sriwijaya FC adalah
Persija Jakarta diperingkat 466 dunia dengan poin 1427,06, Semen Padang
yang berada peringkat 549 dunia dengan poin 1405,41, Arema Indonesia
peringkat 625 dunia dengan poin, 1388,60, Persib Bandung peringkat 859
dunia dengan poin 1341,40 dan Persiba Balikpapan peringkat 882 dengan
poin 1336,57
Sementara itu untuk 10 besar peringkat
klub dunia adalah, Barcelona di peringkat pertama, Real Madrid peringkat
kedua, Bayer Munchen peringkat tiga, Manchester United peringkat empat,
Juventus peringkat lima, Dortmund peringkat enam, Benfica peringkat
tujuh, Porto peringkat delapan, Manchester City peringkat sembilan serta
AC Milan di peringkat sepuluh .
Sedangkan dilevel Asia, Sriwijaya FC
berada di peringkat 104 Asia, di bawah Persipura yang berada diperingkat
28 Asia, Persija Jakarta peringkat 42, Semen Padang peringkat 55,
Arema Indonesia peringkat 66, Persib Bandung peringkat 91, dan Persiba
Balikpapan peringkat 92. Untuk peringkat satu di kawasan Asia ditempati
oleh Al Hilal asal Arab Saudi, sementara itu peringkat terbaik klub Asia
Tenggara di tempati oleh Muangthong United asal Thailand di peringkat
tujuh Asia. ( Hensyi Fitriansyah)
Cara Perhitungan Peringkat Klub Dunia yang digunakan footballdatabase
The World Football Elo Ratings is a
ranking system for men’s national teams in association football. The
method used to rank teams is based upon the Elo rating system method but
modified to take various football-specific variables into account. Elo
should not be confused with the FIFA World Rankings, which is more
prevalent because it is the official rating system used by the
international governing body of football to rank national teams.
This system, developed by
Hungarian-American mathematician Dr. Árpád Él?, is used by FIDE, the
international chess federation, to rate chess players, and by the
European Go Federation, to rate Go players. In 1997 Bob Runyan adapted
the Elo rating system to international football and posted the results
on the Internet.
FootballDatabase.com uses the adapted
Elo Rating formula and applies it to a number of important football club
competitions around the globe, with the aim to provide fans a
mathematical ranking of World Football Clubs.
Overview
Overview
The Elo system was adapted for football
by adding a weighting for the kind of match, an adjustment for the home
team advantage, and an adjustment for goal difference in the match
result.
The factors taken into consideration when calculating a team’s new rating are:
The team’s old rating
The considered weight of the tournament
The goal difference of the match
The result of the match
The expected result of the match
The considered weight of the tournament
The goal difference of the match
The result of the match
The expected result of the match
The different weights of international competitions in descending order are:
FIFA Club World Cup, UEFA Champions League and Copa Libertadores
AFC Champions League, CAF Champions League, CONCACAF Champions League, Europa League and the Copa Sudamericana
OFC Champions League
AFC Champions League, CAF Champions League, CONCACAF Champions League, Europa League and the Copa Sudamericana
OFC Champions League
The different weights of national competitions (only top-tier league in each country is analyzed) in descending order are:
England, Italy, Spain and Germany
France, Argentina and Brazil
Netherlands and Portugal
Belgium, Czech Republic, Greece, Russia, Scotland, Turkey, Ukraine, Chile, Colombia, Ecuador, Mexico, Paraguay, Peru and Uruguay
Austria, Belarus, Bulgaria, Croatia, Cyprus, Denmark, Finland, Hungary, Ireland Republic, Israel, Norway, Poland, Romania, Serbia, Slovakia, Slovenia, Sweden, Switzerland, Bolivia, Costa Rica, Guatemala, Honduras, United States, Algeria, Cameroon, Egypt, Morocco, Nigeria, South Africa, Tunisia, China PR, Iran, Japan, Korea Republic and Saudi Arabia
All others
France, Argentina and Brazil
Netherlands and Portugal
Belgium, Czech Republic, Greece, Russia, Scotland, Turkey, Ukraine, Chile, Colombia, Ecuador, Mexico, Paraguay, Peru and Uruguay
Austria, Belarus, Bulgaria, Croatia, Cyprus, Denmark, Finland, Hungary, Ireland Republic, Israel, Norway, Poland, Romania, Serbia, Slovakia, Slovenia, Sweden, Switzerland, Bolivia, Costa Rica, Guatemala, Honduras, United States, Algeria, Cameroon, Egypt, Morocco, Nigeria, South Africa, Tunisia, China PR, Iran, Japan, Korea Republic and Saudi Arabia
All others
Ratings tend to converge on a team’s
true strength relative to its competitors after about 30 matches.
Ratings for teams with fewer than 30 matches should be considered
provisional. Match data are primarily from matches after January 01,
2009.
Basic calculation principles
Basic calculation principles
The basic principle behind the Elo
ratings is only in its simplest form similar to that of a league, unlike
the FIFA tables who effectively run their table as a normal league
table, but with weightings to take into account the other factors, the
Elo system has its one formula which takes into account the factors
mentioned above. There is no first step as in the FIFA system where a
team immediately receives points for the result, there is just one
calculation in the Elo system.
The ratings are based on the following formulae:
R_n = R_o + K*G (W – W_e)
Where;
R_n = The new team rating
R_o = The old team rating
K = Weight index regarding the tournament of the match
G = A number from the index of goal differences
W = The result of the match
W_e = The expected result
Status of match – Obtaining the K value
R_n = The new team rating
R_o = The old team rating
K = Weight index regarding the tournament of the match
G = A number from the index of goal differences
W = The result of the match
W_e = The expected result
Status of match – Obtaining the K value
The status of the match is incorporated
by the use of a weight constant. The weight is a constant regarding the
“weight” or importance of a match, defined by which tournament the match
is in, they are as follows;
The FIFA Club World Cup, UEFA Champions League and Copa Libertadores weight the same:
K=60 for the Final
K=50 for the Semifinals
K=40 for the Quarterfinals
K=30 for Group and Round of 16 matches
K=15 for Preliminary matches
K=50 for the Semifinals
K=40 for the Quarterfinals
K=30 for Group and Round of 16 matches
K=15 for Preliminary matches
AFC Champions League, CAF Champions
League, CONCACAF Champions League, Europa League, the Copa Sudamericana
and the OFC Champions League*:
K=40 (K=30*) for the Final
K=30 (K=20*) for the Semifinals
K=20 (K=15*) for the Quarterfinals
K=15 (K=10*) for Group, Round of 16 and Round of 32 matches
K=10 (K=5*) for Preliminary matches
K=30 (K=20*) for the Semifinals
K=20 (K=15*) for the Quarterfinals
K=15 (K=10*) for Group, Round of 16 and Round of 32 matches
K=10 (K=5*) for Preliminary matches
Note: * Shows the value of OFC Champions League
For national leagues as follows:
K=30 for every match of the following leagues: England, Italy, Spain and Germany
K=25 for France, Argentina and Brazil
K=20 for Netherlands and Portugal
K=15 for Belgium, Czech Republic, Greece, Russia, Scotland, Turkey, Ukraine, Chile, Colombia, Ecuador, Mexico, Paraguay, Peru and Uruguay
K=10 for Austria, Belarus, Bulgaria, Croatia, Cyprus, Denmark, Finland, Hungary, Ireland Republic, Israel, Norway, Poland, Romania, Serbia, Slovakia, Slovenia, Sweden, Switzerland, Bolivia, Costa Rica, Guatemala, Honduras, United States, Algeria, Cameroon, Egypt, Morocco, Nigeria, South Africa, Tunisia, China PR, Iran, Japan, Korea Republic and Saudi Arabia
K=5 for all others
K=25 for France, Argentina and Brazil
K=20 for Netherlands and Portugal
K=15 for Belgium, Czech Republic, Greece, Russia, Scotland, Turkey, Ukraine, Chile, Colombia, Ecuador, Mexico, Paraguay, Peru and Uruguay
K=10 for Austria, Belarus, Bulgaria, Croatia, Cyprus, Denmark, Finland, Hungary, Ireland Republic, Israel, Norway, Poland, Romania, Serbia, Slovakia, Slovenia, Sweden, Switzerland, Bolivia, Costa Rica, Guatemala, Honduras, United States, Algeria, Cameroon, Egypt, Morocco, Nigeria, South Africa, Tunisia, China PR, Iran, Japan, Korea Republic and Saudi Arabia
K=5 for all others
Number of goals – Obtaining the G value
The number of goals is taken into
account by use of a goal difference index. G is increased by half if a
game is won by two goals, and if the game is won by three or more goals
by a number decided through the appropriate calculation shown below;
If the game is a draw or is won by one goal
G = 1
If the game is won by two goals
G = 1,5
If the game is won by three or more goals
G = (11+N)/8
Where N is the goal difference
Result of match – Obtaining the W value
Result of match – Obtaining the W value
W is the result of the game (1 for a win, 0.5 for a draw, and 0 for a loss).
Expected result of match – Obtaining the W_e value
Expected result of match – Obtaining the W_e value
W_e is the expected result (win expectancy with a draw counting as 0.5) from the following formula:
W_e = 1 / (10^(-dr/400) + 1)
Where dr equals the difference in
ratings plus 100 points for a team playing at home. So dr of 0 gives
0.5, of 120 gives 0.666 to the higher ranked team and 0.334 to the
lower, and of 800 gives 0.99 to the higher ranked team and 0.01 to the
lower.
Initial ranking – Obtaining the W_o value for new teams
Initial ranking – Obtaining the W_o value for new teams
When a new team is promoted to the top
division, its initial ranking W_o will be given depending on the
strength of the league that this team belongs to. For example if a new
team is promoted in England, its ranking will be 1500, in France 1450,
in Netherlands 1400, in Greece 1350 and so on until 1250 for leagues
with K = 5.
Cara Mengetahui Jumlah Pengunjung Online di Blog
Cara mengetahui jumlah pengunjung online di blog...Panduan blogger untuk blogger pemula.Panduan
blogger yang akan membahas,menjelaskan serta membantu sobat blogger
semua yang khususnya masih awam dan pemula dalam dunia blog tentang bagaimana caranya mengetahui jumlah pengunjung online di blog.
Mempunyai sebuah blog yang ramai pengunjubg merupakan dambaan terbesar
bagi sebagian besar pemilik blog. Menarik perhatian pengunjung merupakan
sasaran utama dibuatnya sebuah blog. Tanpa adanya pengunjung blog akan
terasa "sia-sia". Untuk bisa mendatangkan banyak pengunjung di blog,
banyak cara yang bisa dilakukan. Diantaranya adalah dengan mendaftarkan
blog ke beberapa situs social bookmark, mendaftarkan blog ke beberapa
situs blog/website direktori dan lain sebagainya.
Namun dalam panduan ini,pembahasan lebih difokuskan tentang cara melihat
atau mengetahui jumlah pengunjung yang sedang online di blog. Dalam
perkembangannya,saat ini seorang pemilik blog bisa mengetahui berapa
jumlah pengunjung blog yang sedang online di blog miliknya. Dengan
memanfaatkan widget gratis dari penyedia layanan untuk mengetahui
pengunjung online. Sebenarnya banyak sekali penyedia widget gratis untuk
melihat pengunjung online. Dan salah satunya adalah RadarUrl. Dengan widget ini kita bisa mengetahui secara langsung jumlah pengunjung yang sedang online di blog kita.
Dan untuk mendapatkan widget tersebut,silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini :
1. Kunjungi http://radarurl.com/
2. Masukkan alamat blog sobat,terus klik "Click Here To Proceed The Simulation"
3. Tentukan letak widgetnya (terserah sobat)
4. Setelah menentukan letak widgetnya,silahkan klik "Generate Widget Code..."
5. Silahkan Copy kodenya
Untuk memasangnya di Blog,ikuti langkah-langkah berikut ini :
1. Login ke Blogger
2. Klik Tata Letak
3. Klik Tambah Gadget
4. Pilih opsi HTML/Java Script
5. Paste-kan kode yang telah sobat Copy tersebut
6. Klik Simpan
7. Klik Simpan Setelan
8. Semoga Berhasil
Just For fun..
PENGORBANAN LAKI²
YANG TIDAK DIKETAHUI WANITA..!!! ===============
============
••1. Seorang anak laki – laki,dengan uang jajan seadanya.. diberi
orang tua nya agar bisa makan di kantin sekolah, atau ongkos
transportasi ke sekolah.. kalian merasa dia akan menggunakan semua uang jajannya? dia selalu menabung untukmu selama
tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk
pergi bermain dan berharap cukup untuk mengajakmu pergi jalan –
jalan dihari minggu nanti.., mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan,.
@.lalu ketika hari minggu yang dimaksud, engkau jawab : ”duh,.. sori ni kek nya aku gak bisa pegi sama kamu hari ini soalnya
diajakin keluarga pergi… maap ” dah,.. kamu dah sukses menghancurkan perasaan, pengorbanan tu anak laki –laki..
mungkin mereka tak pernah menangis, atau pun curhat sama
temannya,.. karna mereka itu jantan! mereka selalu menyimpan
perasaannya seorang diri.
•• 2. Ketika beranjak dewasa, para wanita cantik hanya akan
pergi sama cowo yang punya kendaraanroda 4.. ketika pria harus bersaing untuk mendapatkan dirimu, mereka akan lebih berhemat mati2an agar bisa mengajak mu untuk berkencan,.. ketika engkau mau d ajak pergi, dan kaget untuk pertama kali engkau dijemput memakai motor,.. lalu engkau menjawab ” duh rambut gw rusak nih,…” ” duh, siang bolong gini kamu ngajakin aku pergi… panas
tau ” ” duhhhh, debu, panas… laen kali aja deh ya ? ”mungkin engkau tidak sadar mengatakannya,. . tapi percaya lah.. hati mereka sakit..
•• 3. Ketika sudah berkeluarga,… anda tau? mereka kerja banting
tulang seharian penuh untuk mencukupi kalian makan..
tau pepatah ini gak?
” Seorang ayah makan telur ayam, sedangkan anak istrinya
makan daging ayam ” Di benak seorang ayah, asalkan anak
istrinya bahagia itu udah cukup,..kalo perlu gak makan, ato sekedar
makan mi instan, asalkan anak istri bisa makan dia uda senang,..
jangan suka menyia2kan uang hasil kerja keras suami mu itu..
•• 4. Ketika punya anak, sudah meranjak dewasa.. dia kesulitan
untuk membiayai keluarganya,.. tapi ada satu hal yang harus kalian
tau..” mau ayah / suami mu seorang perampok, pencuri, penjudi
atau kriminal lainnya,.. ketika uang itu diberikan pada mu,.. dia
ikhlas memberikannya padamu, dan RELA MENANGGUNG DOSA UNTUK MU (*yg ini jgn ditiru“)
YANG TIDAK DIKETAHUI WANITA..!!! ===============
============
••1. Seorang anak laki – laki,dengan uang jajan seadanya.. diberi
orang tua nya agar bisa makan di kantin sekolah, atau ongkos
transportasi ke sekolah.. kalian merasa dia akan menggunakan semua uang jajannya? dia selalu menabung untukmu selama
tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk
pergi bermain dan berharap cukup untuk mengajakmu pergi jalan –
jalan dihari minggu nanti.., mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan,.
@.lalu ketika hari minggu yang dimaksud, engkau jawab : ”duh,.. sori ni kek nya aku gak bisa pegi sama kamu hari ini soalnya
diajakin keluarga pergi… maap ” dah,.. kamu dah sukses menghancurkan perasaan, pengorbanan tu anak laki –laki..
mungkin mereka tak pernah menangis, atau pun curhat sama
temannya,.. karna mereka itu jantan! mereka selalu menyimpan
perasaannya seorang diri.
•• 2. Ketika beranjak dewasa, para wanita cantik hanya akan
pergi sama cowo yang punya kendaraanroda 4.. ketika pria harus bersaing untuk mendapatkan dirimu, mereka akan lebih berhemat mati2an agar bisa mengajak mu untuk berkencan,.. ketika engkau mau d ajak pergi, dan kaget untuk pertama kali engkau dijemput memakai motor,.. lalu engkau menjawab ” duh rambut gw rusak nih,…” ” duh, siang bolong gini kamu ngajakin aku pergi… panas
tau ” ” duhhhh, debu, panas… laen kali aja deh ya ? ”mungkin engkau tidak sadar mengatakannya,. . tapi percaya lah.. hati mereka sakit..
•• 3. Ketika sudah berkeluarga,… anda tau? mereka kerja banting
tulang seharian penuh untuk mencukupi kalian makan..
tau pepatah ini gak?
” Seorang ayah makan telur ayam, sedangkan anak istrinya
makan daging ayam ” Di benak seorang ayah, asalkan anak
istrinya bahagia itu udah cukup,..kalo perlu gak makan, ato sekedar
makan mi instan, asalkan anak istri bisa makan dia uda senang,..
jangan suka menyia2kan uang hasil kerja keras suami mu itu..
•• 4. Ketika punya anak, sudah meranjak dewasa.. dia kesulitan
untuk membiayai keluarganya,.. tapi ada satu hal yang harus kalian
tau..” mau ayah / suami mu seorang perampok, pencuri, penjudi
atau kriminal lainnya,.. ketika uang itu diberikan pada mu,.. dia
ikhlas memberikannya padamu, dan RELA MENANGGUNG DOSA UNTUK MU (*yg ini jgn ditiru“)
Subscribe to:
Posts (Atom)

