Orang bilang saya enak,bisa gini,gitu,gini
Orang bilang saya hebat,bisa gini,gitu,gini
Orang bilang saya pintar,bisa gini,gitu,gini
Orang bilang saya beruntug,bisa gini,gitu,gini
Teman bilang saya enak,bisa
gini,gitu,gini
Teman bilang saya hebat,bisa
gini,gitu,gini
Teman bilang saya pintar,bisa
gini,gitu,gini
Teman bilang saya beruntug,bisa
gini,gitu,gini
Saya bilang teman enak,bisa gini,gitu,gini
Saya bilang teman hebat,bisa gini,gitu,gini
Saya Biang teman pintar,bisa gini,gitu,gini
Saya bilang teman beruntug,bisa gini,gitu,gini
Saya bilang mereka enak,bisa
gini,gitu,gini
Saya bilang mereka hebat,bisa
gini,gitu,gini
Saya Biang mereka pintar,bisa
gini,gitu,gini
Saya bilang mereka beruntug,bisa
gini,gitu,gini
Hidup itu
ya seperti ini,akan terlihat lebih enak,bagus,indah dari kejauhan.Bukankah
gunungpun seperti itu?!Hidup itu ya seperti ini,mau ketika belumm punya dan
bosan ketika sudah dimiliki.Hidup itu seperti ketika telah dimiliki dan bosan
maka lirikan sedikitpun tersasa lebih segardari apa yang bisaa kita
pandang.Bukankah begitu?!
Saya
sendiri belum tahu halini 100% wajar normal ataukah hanya presepsi
diri.Namun,tak bisa dienyahkan begitusaja pepatah yang ter tulis “Rumput tetangga lebih hijau”.Mau tak mau
inilah sebagian hokum yang harus dijalani.
Sungguh
indah ciptaan Allah SWT.Pohon yang tumbuh kerdil bahkna dipelihara serta dijaga
denganbaik Karen keidahannya.Burung-burung diperebutkan,dipelihara dan
diperjual-belikan karena keindahannya.Namun akan terasa sulit jika yang telah
kita miliki itu sesuatu yang berakal.Ada rasa ingin,ada rasa tak tega,ada rasa
tersendiri ketika menyukai benda milik orang lain ketimbang apa yang kita
miliki.Ini hidup dan inilah sebagian hal yag takkan terlewatkan dari kehidupan
kita.
Didepan
menanti masa depan yang akan kita sambut.Namun siapa tahu ada apa
didepan?!Semua masih berkutat pada keinginan dan nafsu belaka.Harus bagaimana?!Sebagai
manusia bisaa,harusnya kita bisa menstandarisasi diri dengan standar yang
tinggi agar kita berlebel tinggi pula.
Seperti
apa yang disampaikanseorang Ustadz saat Ramadhan tahun lalu.
ü
Penyandang cacat berkeinginan dapat berjalan
dengan kakinya sendiri kala hujan mengguyur.Dengan dapat berjalannya kaki
tersebut tentu akan memudahkan langkahnya.
ü
Pejalan kaki ditempat lain berkeinginan
mempunyai sepeda kala hujan mengguyur tubuhnya agar cepat sampai tujuan.Tantu
dengan sepeda ia tidak terlalu merasa dingin karena cepat sampai tujuan.
ü
Pengendara sepeda ditempat lainnya marah dan
berfikir mengapa ia miskin.Andai saja ia memilikiuang tentu jika musim hujan
seperti ini ia tidak perlu mengayuh sepedanya.Dengan sepeda motor tentu lebih cepat sampai ke tujuan.
ü
Pengendara sepeda motor ditempat lain perang
urat syaraf dengan istri yang diboncengnya.Sang istri berkata jikalau ia memiliki
mobil seperti yang barusan lewat dan tanpa sengaja menyemprotkan air dari jalan
tentu ia takkan basah seperti ini.mereka berdebat dan berujung timbulnya
prasangka buruk terhadap Tuhan.
ü
Pengendara mobil tadi berkata ia lebih baik
memiliki tubuh cacat dan memiliki pasangan hidup cacat.Dengan begitu keduanya
dapat saing membutuhkan dan takkan ada orang lain dalam kehidupan mereka yang
sempurna.Dalam tangisnya yang baru saja pecah,Si Istri terus berkeinginan
memiliki tubuh cacat seperti apa yang dilihatnya.Itu tak lebih jijik jika ia
harus bersuami hidung belang.Dan dalam waktu yang sama Sang Suamipun
berkeinginan memiliki tubuh cacat daripada beristri cantik,pintar namun tak
memiliki waktu dengannya.Denga n begitu mereka takkan terpisah jauh karena sulitnya
berjalan.Tentu,semua akan dilewatinya berdua.
Mau tak
mau kita akan mengakui entah dengan lantang,berbisik ataupun dalam hati jika
rumput tetangga memang lebih hijau dan gunung akan tempak cantik dari kejauhan.