Sunday, 6 April 2014

Orang Bilang

Orang bilang saya enak,bisa gini,gitu,gini
Orang bilang saya hebat,bisa gini,gitu,gini
Orang bilang saya pintar,bisa gini,gitu,gini
Orang bilang saya beruntug,bisa gini,gitu,gini
Teman bilang saya enak,bisa gini,gitu,gini
Teman bilang saya hebat,bisa gini,gitu,gini
Teman bilang saya pintar,bisa gini,gitu,gini
Teman bilang saya beruntug,bisa gini,gitu,gini
Saya bilang teman enak,bisa gini,gitu,gini
Saya bilang teman hebat,bisa gini,gitu,gini
Saya Biang teman pintar,bisa gini,gitu,gini
Saya bilang teman beruntug,bisa gini,gitu,gini
Saya bilang mereka enak,bisa gini,gitu,gini
Saya bilang mereka hebat,bisa gini,gitu,gini
Saya Biang mereka pintar,bisa gini,gitu,gini
Saya bilang mereka beruntug,bisa gini,gitu,gini

                Hidup itu ya seperti ini,akan terlihat lebih enak,bagus,indah dari kejauhan.Bukankah gunungpun seperti itu?!Hidup itu ya seperti ini,mau ketika belumm punya dan bosan ketika sudah dimiliki.Hidup itu seperti ketika telah dimiliki dan bosan maka lirikan sedikitpun tersasa lebih segardari apa yang bisaa kita pandang.Bukankah begitu?!
                Saya sendiri belum tahu halini 100% wajar normal ataukah hanya presepsi diri.Namun,tak bisa dienyahkan begitusaja pepatah yang ter tulis “Rumput tetangga lebih hijau”.Mau tak mau inilah sebagian hokum yang harus dijalani.
                Sungguh indah ciptaan Allah SWT.Pohon yang tumbuh kerdil bahkna dipelihara serta dijaga denganbaik Karen keidahannya.Burung-burung diperebutkan,dipelihara dan diperjual-belikan karena keindahannya.Namun akan terasa sulit jika yang telah kita miliki itu sesuatu yang berakal.Ada rasa ingin,ada rasa tak tega,ada rasa tersendiri ketika menyukai benda milik orang lain ketimbang apa yang kita miliki.Ini hidup dan inilah sebagian hal yag takkan terlewatkan dari kehidupan kita.
                Didepan menanti masa depan yang akan kita sambut.Namun siapa tahu ada apa didepan?!Semua masih berkutat pada keinginan dan nafsu belaka.Harus bagaimana?!Sebagai manusia bisaa,harusnya kita bisa menstandarisasi diri dengan standar yang tinggi agar kita berlebel tinggi pula.
                Seperti apa yang disampaikanseorang Ustadz saat Ramadhan tahun lalu.
ü  Penyandang cacat berkeinginan dapat berjalan dengan kakinya sendiri kala hujan mengguyur.Dengan dapat berjalannya kaki tersebut tentu akan memudahkan langkahnya.
ü  Pejalan kaki ditempat lain berkeinginan mempunyai sepeda kala hujan mengguyur tubuhnya agar cepat sampai tujuan.Tantu dengan sepeda ia tidak terlalu merasa dingin karena cepat sampai tujuan.
ü  Pengendara sepeda ditempat lainnya marah dan berfikir mengapa ia miskin.Andai saja ia memilikiuang tentu jika musim hujan seperti ini ia tidak perlu mengayuh sepedanya.Dengan sepeda motor  tentu lebih cepat sampai ke tujuan.
ü  Pengendara sepeda motor ditempat lain perang urat syaraf dengan istri yang diboncengnya.Sang istri berkata jikalau ia memiliki mobil seperti yang barusan lewat dan tanpa sengaja menyemprotkan air dari jalan tentu ia takkan basah seperti ini.mereka berdebat dan berujung timbulnya prasangka buruk terhadap Tuhan.
ü  Pengendara mobil tadi berkata ia lebih baik memiliki tubuh cacat dan memiliki pasangan hidup cacat.Dengan begitu keduanya dapat saing membutuhkan dan takkan ada orang lain dalam kehidupan mereka yang sempurna.Dalam tangisnya yang baru saja pecah,Si Istri terus berkeinginan memiliki tubuh cacat seperti apa yang dilihatnya.Itu tak lebih jijik jika ia harus bersuami hidung belang.Dan dalam waktu yang sama Sang Suamipun berkeinginan memiliki tubuh cacat daripada beristri cantik,pintar namun tak memiliki waktu dengannya.Denga n begitu mereka takkan terpisah jauh karena sulitnya berjalan.Tentu,semua akan dilewatinya berdua.
                Mau tak mau kita akan mengakui entah dengan lantang,berbisik ataupun dalam hati jika rumput tetangga memang lebih hijau dan gunung akan tempak cantik dari kejauhan.