Dewasa ini perkembangan gedget
sangat pesat.Tidak hanya dari jenisnya,namun kualitas serta spesifikasinya
semakin meningkat.Hal ini tentu berdampak pada kehidupan manusia secara
langsung.Menakjubkannya booming gedget tak hanya melanda kaum Dewasa.Jempol
Anak-anakpun kini sudah terlatih secara otomatis untuk mengoperasikan
smartphone.Bahkan anak yang belum makan bangku sekolahpun sudah lihai memainkan
smartphone dan hal ini sudah terlihat lazim.
Sebagai bangsa yang berkembang Global Style ini tak bisa dihindari
apalagi dilawan oleh kita.Sebut saja Korea Utara yang dalam penggunaan
internetny dibatasi.Lalu kita akan mengecapnya sebagai negara yang terisolir
dari Global Style ini. Bukan
sembarang pengecapan belaka.Booming media sosial di Dunia memang sangat
berpengaruh besar pada pergaulan masyarakat Dunia.Pertemuan orang tua dengan
anaknya setelah puluhan tahun,pertemuan sepasang kekasih yang telah lama
berpisaah bahkan kini kita dapat dengan mudah berbelanja dengan smart phone.Memang
media sosial ini tak kesemuanya berdampak positif.Banyak juga hal negatif
terjadi dengan bantuan media sosial.Namun,jika kita ibaratkan media sosial itu
adalah sebuah pisau yang tajam niscayakita akan berfikir ulang dalam
menggunakan media sosial.Di dapur isteri kita akan senang mengiris menggunakan
pisau yang tajam.Jelas hal ini sangat membantu untuk memudahkan pekerjaan.Hal
yang berlawanan kita pasti pernah tahu
melalui berita atau bahkan disekitar kitayaitu pembunuhan.Sebagian dari kasus
itu ada juga yang menggunakan pisau sebagai alat untuk berbuat hal keji.Jadi
jika kita berfikir ulag tentang media sosial atau hal yang lainnya maka akan
kita ketahui kalau kitalah yang menenetukan baik-buruknya Out put dari Global Style.Jika
kita menggunakan Global Style dengan baik makan kita akan mendapatkan menfaat
yan gluar biasa.Sebaliknya jika kita tak bijak dalam penggunaannya bukan tak
mungkin akan berakibat buruk bagi kita sendiri.
Dahsyatnya global style kini
sudah merangsek ke seluruh penjuru Dunia.Termasuk di Indonesia penggunaan sudah
sangat beragam.Sebagai makhluk Tuhan yang berakal tentu kita harus bijak dalam
penggunaannya.Kita tak bisa menolak Gobal Style ini karena kita masih hidup di
Dunia ini.Lalu apakah Global Style ini juga berdampak pada anak-anak? Jelas.Kini
kita tak heran lagi balita sudah pandai bermain game di android.Siswa SD tak
lagi pusing dalam mencari sesuatu yang tak ditemukannya dalam buku.Hanya saja
kesemua hal positif itu tak melulu berish dari hal negatif.Dampak buruk dari
gadget sangatlah berbahaya jika kita sebagai orang tua tak mampu menghalaunya.Sebelum
dampak negatif gedget menyerang anak-anak,kita wajib membentenginya dngan baik.Benteng
Agama mau tak mau menjadi bekal utama bagi anak-anak kita.Tak hanya untuk
menghadapi kedinamisan zaman namun menjadi bekal dalam kehidupannya.
Sebagai orang tua kita memang
dituntut untuk bisa manjaga anak-anak kita dari hal yang tak baik.Jangan sampai
kita yang akan memanfaatkan global style ini malah jadi korbannya.Banyak
kecelakaan terjadi kepada anak-anak karena keteledoran orang tua.Banyak juga
cerita terjadi jika anak-anak bermain sendiri dirumah kala prime time yang
harusnya orang tua menemani.
Belajar,bermain dan mempererat
hubungan keluarga sebenarnya bisa dilakukan dengan teknologi.Sebagai gambaran
untuk siswa Sekolah Dasar yang sedang belajar membaca.Kita bisa memanfaatkan android
sebagai sarana belajarnya dai kita sebagai orang tua yang
mengendalikannya.Misalnya kita berkirim pesan dengan anak saat kita tak dirumah
dengan jadwal yang rutin.Pesan yang dikirimkan tak erlu panjang lebar.Cukup
menanyakan keadaan atau pertanyaan sederhana yang sekiranya anak kita mampu
menjawabnya.Tujuan dari kegiatan ini pertama kita mengajari anak tentang
teknologi.Kedua tentu anak kita secara tak sadar tengah menggasah kemampuan
membacanya.Ketiga,hal ini tentu menyenangkan bagi anak.Akhirnya hubungan orang
tua dengan anak sedikit-banyaknya akan selalu berjalan dengan baik.Hal ini
sederhana,namun banyak orang tua yang masih belum menyadarinya.Pemanfaatan
gedget nyatanya sangat bisa untuk belajar,bermain dan mempererat hubungan kita
dengan anak.
Untuk siswa siswa Sekolah Dasar
kelas tinggi (kelas 4,5 dan 6) juga dapat kita ajak belajar dengan gedget.Kita
bisa mengetes pengetahuannya dengan ertanyaan yang kita ajukan melalui Whatss
App,BBM atau aplikasi lainnya.Sebagai orang tua kita harus pandai-pandai
mencari celah.Kita bisa mencari pertanyaan yang sesuai dengan kelas
mereka.Ambil saja BSE ( Buku Sekolah Elektronik ) yang Pemerintah
sediakan.Memang kita membutuhkan waktu untuk mempelajarinya,tapi kalau untuk
anak tentu kita rela bukan?Selain pertanyaan yang sederhana kita juga bisa
memberi anak kita tugas membuat pantun,puisi atau bercerita melalui Video
Call.Bagi orang tua yag sering bepergian keluar kota kegiatan ini sangatlah
bermanfaat.Selain bercengkerama dengan anak tentu anak akan mendapat pengetahuan
baru dari setiap kegiatan yang kita lakukan.
Lalu apa bagi siswa SMA kita bisa
memanfaatkan gadget untuk belajar?!Jelas bisa.Saya teringat seorang Guru Bahasa
Inggris di sebuah SMA di Jawa Timur.Beliau mengirimkan tugas ke anak melalui
Grup BBM.Apa iya?ya benar.Gau bukan?tentu gaul bahkan guru ini akhirnya sangat
disukai siswanya.Ia menerapkan tugas sekolah tidak hanya terpaku kepada buku.Sebenarnya
anak-anak kita lebih peka terhadap perkembangan teknologi.Sehingga bukan salah
mereka juga jika mereka bosan belajar dengan cara konvensional.Lalu,apa salah
jika akhirnya siswa SMA tersebut ketergantungan dengan gedget??Tentu tidak
seama kita sebagai orang tua mampu mengendakikannya.Contoh sederhana tadi
adalah hal yang sangat luar biasa dalam pemanfaatan gedget.
Kemudian apa boleh anak kita
bermaniin game??Pasti banyak yang menyayangkan anak-anaknya ketika mereka
bermain game.Memang tak ada salahnya jika banyak orang tua yang khawatir denga
ini.Namun kembali lagi,selama tak berlebihan hal ini tak akan berpengaruh buruk
bagi anak.Kalau seorang bapak bermain gitar untuk melepas penat,Ibu-ibu
yang berbelanja merasa fresh lalu apa
tidak boleh anak bermain game untuk menyegarkan ppikiran mereka?Boleh-boleh
saja.Apalagi ternyata game mampu melatih motorik bagi anak.Menyenangka dan
bermanfaat,itulah catatan sederhananya.
Akhirnya,kita sebagai orang tua
memang harus mampu mengikuti perkembangan zaman.Jangan malu juga jika kita
bermain game untuk menemani anak.Menemani anak berbalas pesan melalui Whatss
App tentu akan bermanfaat bagi anak.Apalagi jika yang kita tanyakan seputar
pelajaran mereka.Manfaat ganda akan mereka dapatkan,selain pengetahuan juga
anak akan merasa mendapat perhatian dari orang tuanya.Sebagai orang
tua,setidaknya kita bisa membantu anak kita elajar meskipun tak selalu ada
disisinya.Memang,kebersamaan sangatlah berbeda dengan sekedar mengatik
kata-kata di android.Namun apa yang kita lakukan lebih baik daripada sama
sekali takmemperhatikan anak kita.Apalagi bagi kita yang hidup
diperkotaan.Berangkat pagi pulang malam.Kita harus pandai mencari celah untuk
sekedar menyapa melalui android dan bahkan menemaninya belajar.
Teknologi dan perkembangan zaman
sangatlah mustahil untuk kita lawan.Jika kita memaksanya maka kita akan seperti
orang kuno yang hidup dizaman milenia.Anak-anak kitapun tak sepantasnya
diajarkan untuk melawan teknologi.Karena hal ini jelas akanberdampak langsung
kepergaulan anak kita nantinya.Yang harus kita ajarkan adalah memanfaatkan
teknologi dengan sebaik-baiknya.Pemanfaatanuntuk sekedar bermain,belajjar atau
bahkan untuk mempererat hubungan Orang tua dan anak mampu kita bangun dengan
teknologi.Bukan zamannya lagi kita melarang anak-anak kita menggunakan
gadget,namun ini saatnya kita mengajarkan cara memanfaatkan gedget ataupun
teknologi yang lainnya dengan baik.Karena apapun jika kita lakukan dengan
takaran yang baik akan mendapatkan hasil yang baik pula.(Penulis: Achmad Suhendar- darendar7@gmail.com)