Entah atas dasar dorongan apa saya menulis ini.Sore itu saya berbincang dengan Sepupu yang saya anggap genius dalam bertindak dan merancang strategi hidup.Ia mulai bercakap dengan nada ringannamun terasa berat bagi saya.Setelah lama ia bercakap,berdesirlah mulutku.
"Apa kurangnya kita?Di tempat kerja,kita ini dianggap mampu.Ekspestasi rekan kerjapun cuup tinggi"
Dengan santainya ia menjawab,"Kita ini tidak terbawa arus.Lihatlah orang yang sampai INGIN terbawa arus.Merekalah yang akhirnya dianggap mampu".
"Orang tua?dia,orang itu?alaaahhh..mereka itu tidak ada apa-apanya"saya menangkas.
"itulah mereka.Kita itu berpengaruh besar terhadap kelancaran keinginan mereka.Makanya kita tidak terpakai.
"Bukannya saya ingin dipakai dan di agungkan.Saya hanya heran,mengapa orang yang berpotensi,justru tidak terpakai disini!"saya menjawab.
Begitulah kehidupan di desa kami.Pemuda yang dulu mengobarkan semangat Sumpah Pemuda,di Desa kami tak ada apa-apanya.Bahkan,merekaa tak percaya jika Ir.Soekarno hanya membutuhkan 10 Pemuda untuk mengguncang Dunia.
Ya,seperti inilah pemuda di Desa kami dikekang.Bukan dikekang mungkin.Kami diberi kebebasan selama tak mengganggu kepentingan mereka.Mereka yang kami anggap TUA.
Pada saat ini,kami(khususnya Saya dan Sepupu saya) menegaskan bahwa Kami OPOSISI terhadap sistem pemerintahan.Sistem yang ada sejak dulu,entah sejak kapan.Disini,di Desa yang mendapatkan Kampung TKW.
Salam perubahan dari Kami.Kami,yang terpaksa menyigkir.
No comments:
Post a Comment