Beberapa bulan setelah kemenangan Jokowi-JK saya semakin bingung.Bukan karena kemenangan yang mereka raih.Namun sikap masyarakat pasca kemenangan ini.Entah mulai dari mana saya.Yang pasti PILPRES 2014 sangatlah berperan besar meningkatkan tingkat antusias masyarakat terhadap politik.Terlepas dari 2 kubu,saya apresiasi semua pikiran masyarakat.
Satu hal yang saya bingung dan terbesit dalam pikiran,”Mengapa mereka tak bergabung dengan ISIS saja?!”.Harusnya ini adalah momentum untuk saatnya kita bangkit lebih dari yang sudah-sudah.Bukan masalah siapa pemimpin kita.
Beberapa ari yang lalu saya baru saja membaca buku kesekian kalinya dari Raditiya Dika.Maka saya katakan BEGO bagi mereka yang masih saja mengumbar kebencian kepada 1 sosok.Baik itu kubu Prabowo maupun Jokowi.Enek,bahkan bingung dengan apa yang terjadi.Berita kebencian mengumbar dimana-mana,bacotbacot keburukan beredar dimedia sosial.Kapan mereka move on??!!Bohong jika mereka mengaku cinta NKRI jika mereka masih menebar berita-berita kebencian.Saya katakana,BOHONG..!!
Anggap saja kita kalah dalam suatu pertandingan.Lalu apa yang kita lakukan setelah itu?!Saya pikir bagi manusia yang memakai otaknya untuk berfikir,kita akan memikirkan bagaimana strategi kedepannya.Bukan dengan menebar berita jika lawan bermain curang.Atau bahkan mengejek jika lawan kita kalah dipertandingan selanjutnya.Memalukan..!!
Life must go on..!!Kapan Indonesia maju jika separuh masyarakatnya malah menebar berita yang ga mutu??!!Dengan modus menagih janji,ini adalah tindakan BODOH.Apa kita tetap menunggu janji tanpa kia berjalan sendiri??!!Pola pikir pengemis jelas melekat.
Kapan kita bisa mandiri jika kita sibuk memikirkan kubu lawan??Yang saya tahu,mengasah lebih penting daripada menggunakan pisau tumpul.
Kawan,maju mundurnya kita tergantung pola piker kita.Maju mundurya Indonesia tergantung masyarakatnya.Masih memikirkan kekalahan,berarti kita tertinggal ratusan langkah,energi,pikiran,ide,akan untuk terus melaju.
Gunakan media sosial untuk sesuatu yang bermanfaat,bukan untuk menebar kebencian atas nama demi INDONESIA.Kekanak-kanakan kita jelas terilah jikalau kita menahan diri dan melihat apa yang kita lakukan.
Indonesia tak sesempit kolom di Medsos yag bisa kita buka kapan saja.Status kita saja sering mendapat sorotan dari yang suka ataupun tidak.Itupun dari hanya beberapa ribu teman yang kita miliki.Lalu Indonesia??!!Dengan berjubel kepentingan dan modus dibelakangnya.Jelas bukan hal mudah untuk mencapai keberhasilan.Salah satu yang paling mudah adalah membaningkan apa yang telah dilakukan pemimpin yang sudah-sudah dengan yang sekarang.Siapa yang lebih baik (itupun terikat waktu).
Bodohkah kita?!!
No comments:
Post a Comment