Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Sebagian dari kita mungkin takkan merasakan lirik dari lagu tersebut. Ya,dilagu tersebut diceritakan Kebanggaan atas Negerinya meskipun telah melancong keberbagai negara yang Mahsyur,Kaya dan lebih dari segalanya dibanding negerinya sendiri.
Satu hal yang mulai kita lupakan adalah Negeri kita yang memang kaya. Dari ekayaan Alam,keberagaman Adat,Budya serta Agama. Hal ini tentu aset kekayaan yang tidak dimiliki oleh Negeri lainnya dibumi ini. Keberagaman yang kita miliki adalah pemersatu yang seharusnya membuat negeri kita semakin kuat.
Namun,akhir-akhir ini kita telah "diggoyang" oleh isu-isu yang bisa saja meretakkan persatuan kita. Mulai dari isu Asing,Agama maupun perbedaan sudut pandang yang dibesar-besarkan agar kita semakin renggang. Tentu saja hal ini membuat siapa saja yang mengincar Negeri ini tersenyum. Kita telah dibutakan olehnya. Adu Domba kembali terasa di Negeri kita. Sepertinya kita belum cukup belajar jika 350 tahun lebih kita hancur karena Adu Domba.
Satu hal lagi yang menggelitik adalah isu menggantikan Pancasila dengan yang lainnya. Jelas hal tersebut tentu melukai Pendiri Bangsa yang justeru saat itu sangat peduli terhadap keberagaman Bahkan poin pertma Piagam Jakarta diubah karena tidak menampung masyarakat dari Indonesia Timur. Hal iti tentu tidak menjadi permasalahan,karena saat itu kita adalah Beragam dan kita adalah SATU Indonesia.
Nampaknya kita harus membuka kembali cerita masa lampau tentang Perjuangan dan Toleransi yang dilakukan oleh Pendiri Bangsa Ini. Karena kita telah lupa akan pondasi Negeri ini,kita telah lupa cita-cita Pendiri Bangsa Ini.
Pancasila tak bisa digantikan dengan yang lainnya. Pancasila adalah wadah pemersatu Bangsa kita. Sudh sepatutnya kita junjung tinggi apa yang telah dirumuskan oleh pendiri Bangsa kita.
Semoga oret-oretan ini mampu menginspirasi dan mengingatkan kembali apa yang dicita-citakakan Pendiri Bangsa kita dulu kala. Sambil mengingat itu,silahkan klik UUD 1945 sebagai bahan untuk memperdalam Nasionalisme kita.

No comments:
Post a Comment